Hari Minggu 11 Januari kemarin saya baru saja mengikuti sebuah seminar tentang internet marketing. Awalnya saya tidak terlalu antusias dengan seminar ini, karena gratis. Saya pikir, paling-paling hanya tips-tips ringan, lalu mereka menawarkan produk yang mereka jual. Saya datang berdua dengan Lili dan ia malah lebih parah, karena sebenarnya ia ikut setelah setengah saya ‘paksa’. Pikir kami, jika tidak menarik, kami akan walk out sebelum acara selesai.
Pembicaranya adalah seorang praktisi internet marketing. Tidak seperti pembicara lain yang pernah saya ikuti, dimana mereka selalu mengajak peserta untuk melakukan gerakan yang aneh-aneh yang menurut mereka agar peserta ikut terlibat dan bisa meresapkan apa yang peserta dengar. Pembicara ini memberikan presentasi dengan sabar dan tanpa mengajak peserta melakukan gerakan apapun kecuali mencatat hal-hal penting. Kami yang awalnya berencana hanya akan mengikuti selama satu jam saja (karena harus menjemput mertua yang sedang belanja di Mangga Dua), akhirnya malah molor sampai selesai.
Disamping materi yang disampaikan secara ringan dan bisa dimengerti oleh orang yang awam terhadap internet maupun web, ada satu hal yang menarik ketika ia menawarkan kesempatan kursus lanjutan. Meski menggunakan trik yang sama, yaitu menawarkan dengan harga ‘khusus’, untuk peserta dan waktu yang terbatas, ia tidak tampak terlalu ngotot menawarkannya. Bahkan ia terus terang mengenai komisi yang akan diterima, dimana ia menjelaskan bahwa sistem komisi itu berbeda dengan MLM.
Dari presentasinya, saya jadi tertarik untuk ikut kursus lanjutannya, tetapi mengingat harganya cukup mahal dan pengeluaran bulan ini sudah cukup besar (melampaui budget), tambahan lagi akan ada hari sin cia yang juga butuh pengeluaran extra, saya jadi ragu-ragu untuk mendaftar. Tetapi di luar dugaan, Lili yang tadinya tampak ogah-ogahan malah mendorong saya untuk ikut. “Bayar pake kartu aja, kan bayarnya jadi bulan depan…” Ujarnya.
Ketika saya masih antara ya dan tidak, saya tiba-tiba merasa disadarkan. Harus take action. Ya, buat apa Minggu sore yang seharusnya saya nikmati sambil jalan-jalan bersama keluarga, saya habiskan untuk duduk dan mendengarkan seminar tetapi tidak ditindaklanjuti. Lagipula, kelas yang saya daftar ini termasuk salah satu poin yang ingin saya pelajari di tahun 2009 ini. Dan seperti saya duga sebelumnya, meskipun katanya peserta dengan harga ‘khusus’ ini terbatas, nyatanya tempat masih ada.
Jadi, selain membuat perencanaan bagus dan menyusun strategi untuk mencapainya, saya kira memang take action lah yang memungkinkan semuanya terwujud. Dan satu poin lagi yang saya kira penting adalah, ketika sipembicara menekankan bahwa dari seluruh peserta yang ikut, biasanya hanya 5 persen yang berhasil dan sisanya kembali ke zona nyamannya masing-masing. Kuncinya? Hanya satu, yaitu konsisten, jangan berhenti ketika sudah memulai
Tahun 2008 sudah berganti ke 2009, diakhiri dengan baying-bayang krisis global. Banyak yang berharap bahwa ekonomi Indonesia tidak terpengaruh banyak. Tapi yang kita saksikan sekarang ini adalah sudah dimulainya gema PHK terhadap karyawan, terutama di bidang manufaktur yang berorientasi ekspor. Di sektor perdagangan pun sudah mulai terasa melambat, dengan ditandai oleh menurunnya nilai penjualan. Tampaknya tidak sesederhana seperti menurunnya daya beli, tetapi lebih semata kepada kehati-hatian masyarakat. Artinya, orang-orang sudah mulai mengurangi pengeluaran mereka untuk bersiap-siap jika terjadi sesuatu yang buruk.