Modal Awal: Mewujudkan Ide Kreatif

Ketika kita mulai menyadari ada sesuatu yang jauh lebih menarik daripada sekadar ide yang berputar di kepala, yaitu mewujudkannya, maka itu adalah awal dari kreativitas. Jadi, kreativitas bukan hanya berhenti pada ide, tetapi hasil kreasi itu sendiri. Karena, sadar atau tidak, hampir setiap hari selalu saja ada ide yang mampir dalam pikiran kita. Entah pada saat sibuk bekerja ataupun pada saat bersantai. Ya, saat sibuk dengan pekerjaan kita, ide bisa tiba-tiba datang. Contohnya, ide untuk membuat pekerjaan menjadi lebih mudah, atau bahkan ide untuk bisa meninggalkan pekerjaan yang sedang kita hadapi. Namun, yang sering terjadi, ide hanya berhenti pada sekadar gagasan di kepala saja, dan akhirnya hilang terlupakan begitu saja.

Sebenarnya banyak ide yang terlupakan itu mungkin bagus, sangat menarik bahkan revolusioner. Lalu mengapa akhirnya terlupakan? Semata-mata itu adalah kebiasaan kita yang menganggap remeh pemikiran kita sendiri, atau hanya bagian dari mimpi siang bolong saja. Sungguh amat disayangkan. Padahal mungkin apabila ide itu diwujudkan, maka hidup Anda tidak akan sama lagi. Contohnya, ada seorang teman di kantor yang setiap hari harus memasukkan data dari kertas-kertas kerja tim lapangan ke dalam komputernya. Ia sangat kerepotan karena satu tangannya harus memegangi kertas dalam posisi berdiri, sedangkan satu tanggannya harus mengetik data di keyboard komputernya. Suatu hari saat makan siang, Adi, rekan saya tersebut mengeluhkan kesulitannya dan berharap ada alat sederhana dari klip kertas yang bisa membantunya memegang kertas kerja tersebut.

Deni yang mendengar cerita Adi langsung berinisiatif. Menggunakan sebuah binder clip, lem super, dan tiga buah paperclip, jadilah alat pemegang kertas yang sederhana namun efektif. Esoknya, ia bahkan memperkuat alat tersebut dengan solder. Esoknya lagi, ia menambahkan dengan lampu baca dari LED dan baterai kecil. Selang tiga bulan, Deni sudah tidak bekerja di kantor itu lagi, tetapi sudah memiliki usaha kecil alat-alat penunjang pekerjaan kantor yang murah dan efektif. Contoh ini menunjukkan bahwa Deni adalah seorang yang kreatif. Ia bahkan tidak menggunakan iedenya sendiri, tetapi ide dari Adi. Sedangkan Adi, mungkin masih memiliki banyak ide-ide menarik, namun nyatanya ia masih asyik di kubikalnya dan cukup puas dengan membeli produk Deni.

Masih banyak lagi contoh lain, bahkan yang ketika diwujudkan menjadi produk revolusioner dunia. Karena, seperti kata Steven Covey, semua penemuan selalu dibuat dua kali, yang pertama dalam bentuk ide, dan yang kedua dalam bentuk nyata. Kadang-kadang yang lebih mengenaskan adalah, suatu saat Anda melihat suatu produk yang menarik dan sangat laris, dan Anda mengumpat dalam hati, bahwa Anda sudah memiliki ide produk yang sama sejak dua tahun lalu. Atau ketika Anda mengeluhkan tentang suatu keadaan dan berharap ada solusi sederhana. Tak lama kemudian solusi tersebut sudah ada yang membuatnya dan Anda cukup puas dengan membelinya saja, meskipun sebenarnya Anda memiliki kemampuan untuk mewujudkannya.

Sebenarnya kadang kala suatu ide tidak perlu sampai kita harus membuat bentuk fisiknya.  Anda bisa menuliskannya dan mempostingnya di blog, atau mengirimkannya pada seorang teman yang bisa diajak kerjasaam untuk mewujudkannya. Ide juga tidak harus berupa benda, kadang bisa diwujudkan dalam bentuk tulisan, artikel ataupun buku. Ada seorang teman masa SMA yang begitu pandai bercerita, sehingga sulit dibedakan antara kenyataan atau khayalan. Sekarang, dia adalah seorang penulis novel handal. Seorang teman lagi, begitu hobi meracik berbagai masakan. Saya sempat berpikir, pasti suatu saat dia akan membuka restoran. Ternyata, sekarang dia menjadi penulis dan komentator makanan. Anda juga mungkin memiliki keahlian khusus yang bisa dibagi dengan orang lain dalam bentuk buku. Jika Anda tak pandai menulis, Anda bisa bekerjasama dengan orang lain untuk menjadi co-author dalam buku Anda. Banyak jalan yang bisa Anda gunakan untuk menjadi modal awal bagi Anda untuk mulai mewujudkan impian-impian maupun ide-ide praktis Anda.

 

Catatan: Tulisan ini merupakan bagian pertama dari seri artikel tentang ide untuk memulai wirausaha.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.